Android RC Crane Ronator

Hai teman-teman engineer salam sejahtera semoga makin sukses dan cepat kaya dalam berbagai macam hal, sang pengangguran kali ini mau  membahas tentang Crane, simak dulu yok seperti apa itu crane

Crane adalah salah satu diantara alat berat yang dipakai sebagai alat pengangkat dalam proyek kontruksi. Crane bekerja dengan mengangkat material yang bakal dipindahkan, memindahkan dengan cara horizontal, lalu turunkan material di tempat yang dikehendaki. Alat ini memilki bentuk serta kekuatan angkat yang besar serta dapat berputar sampai 360 derajat serta jangkauan sampai beberapa puluh meter, Crane umumnya dipakai dalam pekerjaan pekerjaan proyek, pelabuhan, perbengkelan, industri, pergudangan dan lain-lain.

oke, langsung saja di jaman modern ini sistem pengendali adalah hal yang paling penting dari sebuah teknologi, inovasi pembaharuan dan juga pengembangan suatu alat yang semakin canggih dan juga semakin mempermudah kita dalam pengendaliannya.
saya ingin membagikan sebuah aplikasi remote control (RC) Crane Android yang saya beri nama Ronator, aplikasi ini saya buat untuk mengurangi rasa penasaran saya dengan aplikasi remote control yang ada di play store.


Gambar Aplikasi Ronator

jika mau download aplikasi bisa download disini


macam type crane yang umum digunakan yaitu :



1. Crane Crawler
Crane Crawler


Crawler crane adalah alat pengangkat material yang umum dipakai pada tempat proyek pembangunan dengan jangkaun yang tidaklah terlalu panjang. Type ini memiliki sisi atas yang bisa bergerak 360 Derajat. Dengan roda crawler jadi crane type ini bisa bergerak di dalam tempat proyek waktu lakukan pekerjaannya. Ketika crane bakal dipakai diproyek lain jadi crane diangkut dengan memakai lowbed trailer. Pengangkutan ini dikerjakan dengan membongkar boom jadi bagian-bagian untuk memudahkan proses pengangkutan.

JENIS-JENIS CRANE DAN FUNGSINYA



2. Mobile Crane (Truck Crane)

Truck Crane

Mobile Crane (Truck Crane) yaitu crane yang ada langsung pada mobile (Truck) hingga bisa dengan gampang dibawa segera pada tempat kerja tanpa ada mesti memakai kendaraan (trailer). Crane ini mempunyai kaki (pondasi/tiang) yang bisa dipasangkan saat beroperasi untuk melindungi crane tetaplah seimbang. Truck crane ini bisa berputar 360 derajat.



3. Crane untuk Tempat Terbatas


Crane type ini diletakkan diatas dua buah as tempat ke-2 as ban bergerak dengan cara simultan. dengan keunggulan ini jadi crane type ini bisa bergerak dengan leluasa. Alat penggerak crane type ini yaitu roda yang begitu besar yang bisa tingkatkan kekuatan alat dalam bergerak dilapangan serta bisa bergerak di jalan raya dengan kecepatan maksimum 30 mph. letak ruangan operator crane umumnya pada bebrapa sisi deck yang bisa berputar.

4. Tower Crane

Tower Crane
Tower crane adalah alat yang dipakai untuk mengangkat material dengan cara vertical serta horizontal kesuatu tempat yang tinggi pada ruangan gerak yang terbatas. Type crane ini dibagi berdasar pada langkah crane itu berdiri yakni crane yang bisa berdiri bebas (free standing crane), crane di atas rel (rail mounted crane), crane yang ditambatkan pada bangunan (tied-in tower crane) serta crane panjat (climbing crane).

5. Hidraulik Crane

Hidraulik Crane


Biasanya semuanya type crane menggunkan system hidraulik (minyak) serta pheneumatik (hawa) agar bisa bekerja. Tetapi dengan cara spesial Hidraulik crane yaitu crane yang umum dipakai pada perbengkelan serta pergudangan dan lain-lain, yang memilki susunan simpel. Crane ini umumnya ditempatkan disuatu titik serta untuk tidak dipindah-pindah serta dengan jangkauan tidaklah terlalu panjang dan putaran yang cuma 180 derajat. Hingga umumnya disuatu perbengkelan/pergudangan ada kian lebih satu Crane.



6. Hoist Crane

Hoist Crane


Hoist Crane yaitu alat pengangkat yang umumnya ada pada pergudangan serta perbengkelan. Hoist Crane diletakkan pada langit-langit serta jalan di atas rel spesial yang yang dipasangi pada langit-langit itu. Rel-rel tadi dapat juga bergerak dengan cara maju-mundur pada satu arah.



7. Jip crane

Jip Crane
Jip crane adalah alat pengangkat yang terbagi dalam beragam ukuran, jip crane yang kecil umumnya dipakai pada perbengkelan serta pergudangan untuk memindahkan beberapa barang yang relatif berat. Jip crane memilki system kerja serta mesin yang serupa seperti 'Hoist Crane' serta susunan yang serupa 'Hidraulik Crane'.



Bagian-bagian Crane


Sisi dari crane yaitu mast atau tiang paling utama, jib serta counter jib, counterweight, trolley serta tie ropes. Mast adalah tiang vertical yang berdiri diatas base atau basic. Jib adalah tiang horizontal yang panjangnya ditetapkan berdasar pada jangkauan yang dikehendaki.

Kriterian penentuan Tower Crane

Penentuan tower crane sebagai alat untuk memindahkan material didasarkan pada keadaan lapangan yang tidak luas, ketinggian yang tidak bisa terjangkau oleh alat lain. Serta tidak dibutuhkanya gerakan alat. Penentuan type tower crane yang bakal digunakan mesti memperhitungkan kondisi proyek, bentuk susunan bangunan, keringanan operasiaonal baik ketika pemasangan ataupun ketika pembongkaran. Sedang penentuan kemampuan tower crane berdasar pada berat, dimensi, serta daya jangkau pada beban terberat, ketinggian maksimum alat, perakitan alat diproyek, berat alat yang perlu ditahan oleh strukturnya, ruangan yang ada untuk alat, luas ruang yang perlu dijangkau alat serta kecepatan alat untuk memindahkan material.

Kemampuan Tower Crane

Kapsitas tower crane bergantung sebagian aspek. Yang butuh di perhatikan yaitu bila material yang diangkut oleh crane melebihi kemampuannya jadi bakal berlangsung jungkir. oleh karenanya, berat material yang diangkut baiknya seperti berikut :

1. Untuk mesin beroda crawler yaitu 75% dari kemampuan alat.
2. Untuk mesin beroda ban karet yaitu 85% dari kemampuan alat.
3. Untuk mesin yang memilliki kaki yaitu 85% dari kemampuan alat.

Aspek luar yang perlu di perhatikan dalam memastikan kemampuan alat yaitu.

1. Kemampuan angin pada alat.
2. Ayunan beban ketika dipindahkan.
3. Kecepatan perpindahan material.
4. Pengereman mesin dalam gerakannya.

Demikian sekilas tentang alat berat Crane, Semoga Bermanfaat!!!

Rangkaian Driver Motor AC DC

Rangkaian driver Motor AC DC ini berfungsi sebagai pengontak tegangan yang akan masuk ke motor, prinsip kerja dari rangkaian di bawah adalah untuk mengaktifkannya maka kita harus memberi nilai 1 di PIN input mikro yang befungsi untuk mentrigger  transistor  sehingga tegangan vcc yang terdapat pada coil relai dapat mengalir ke ground sehingga relay aktif dan motor pun akan aktif. Rangkaian driver motor AC DC dijelaskan pada Gambar dibawah ini :


Gambar rangakaian driver motor AC DC

Pengujian rangkaian driver dilakukan dengan membuat program pada mikrokontroler untuk mengaktifkan motor, Berikut adalah format program yang digunakan:

if (x==1)
          {
         lcd_clear();
         lcd_gotoxy(0,0);
         lcd_putsf("1.Motor = On b>A");
         lcd_gotoxy(0,1);
         lcd_putsf("Press >B = Off");
         PORTC.0=1;
         PORTC.1=0;
         OCR1A=255;

         }  

Sistem Minimum ATMEGA16

Mikrokontroler berfungsi untuk memproses perintah yang diterima dari server. Mikrokontroler menggunakan IC ATMega16, yang mana port A, port Bport C, dan Port D  dapat digunakan sebagai input atau output

Rangkaian sistem minimum ATmega16 dapat dilihat pada Gambar di bawah ini:

Gambar Rangkaian Sistem Minimum ATmega 16

Sistem minimum adalah rangkaian minimum yang diperlukan agar AVR ATMEGA16 dapat menjalankan program. Rangkaian ini meliputi rangkaian osilator dan rangkaian reset (untuk power on reset). Pada sistem minimum digunakan tegangan resensi sebesar 5 volt (VCC). Rangkaian sistem minimum juga dapat disesuaikan dengan berbagai aplikasi yang akan digunakan sesuai dengan perancangan hardware.
            Mikrokontroler dipacu pada frekuensi 12 MHz dengan memasang rangkaian oscillator menggunakan Kristal 12 MHz melalui kapasitor 33 pf. Osilator yang digunakan hanya menambahkan Kristal dan kapasitor sebagai penentu frekuensi.

Program dan Simulasi dari Keypad 4x4



Keypad 4×4 merupakan suatu komponen yang terdiri dari push button sebanyak 16 buah dan memiliki 8 pin. Adanya 8 pin ini disebabkan penyusunan push button dibagi menjadi penyusunan horizontal yang akan membentuk baris dan penyusunan vertikal akan membentuk kolom. Bayangkan apabila push button dihubungkan satu-satu ke mikrokontroler tentunya akan menghabiskan banyak pin bukan (16 pin), jika dibandingkan dengan penyusunan baris dan kolom hanya akan menghabiskan 8 pin saja (4 pin baris & 4 pin kolom).

Sebelum menghubungkan keypad ke mikrokontroler, perlu ditentukan terlebih dahulu pin mana yang akan dijadikan sebagai input dan pin yang akan dijadikan sebagai output. Pada umumnya kebanyakan penggemar mikrokontroler menggunakan baris sebagai input dan kolom sebagai outputannya. Namun jika ingin menggunakan sistem kebalikannya bisa juga hanya dibalik saja nanti pada programnya. Pembacaan input dari keypad 4x4 dilakukan menggunakan proses scanning dimana per setiap satu tombol merupakann kombinasi antara jalur baris dan kolom.
Gambar : Keypad 4x4 + Sismin + LCD

Program Keypad
void keypad()
{
      PORTA=0x7f; delay_ms(5);
      while(PIN.3==0){while(PIN.3==0){lcd_gotoxy(14,0);lcd_putsf("D ");}x=15;}
      while(PIN.2==0){while(PIN.2==0){lcd_gotoxy(14,0);lcd_putsf("# ");}x=11;}
      while(PIN.1==0){while(PIN.1==0){lcd_gotoxy(14,0);lcd_putsf("0 ");}x=0;}
      while(PIN.0==0){while(PIN.0==0){lcd_gotoxy(14,0);lcd_putsf("* ");}x=10;}
     
      PORTA=0xbf;delay_ms(5);
      while(PIN.3==0){while(PIN.3==0){lcd_gotoxy(14,0);lcd_putsf("C ");}x=14;}
      while(PIN.2==0){while(PIN.2==0){lcd_gotoxy(14,0);lcd_putsf("9 ");}x=9;}
      while(PIN.1==0){while(PIN.1==0){lcd_gotoxy(14,0);lcd_putsf("8 ");}x=8;}
      while(PIN.0==0){while(PIN.0==0){lcd_gotoxy(14,0);lcd_putsf("7 ");}x=7;}
     
      PORTA=0xdf;delay_ms(5);
      while(PIN.3==0){while(PIN.3==0){lcd_gotoxy(14,0);lcd_putsf("B ");}x=13;}
      while(PIN.2==0){while(PIN.2==0){lcd_gotoxy(14,0);lcd_putsf("6 ");}x=6;}
      while(PIN.1==0){while(PIN.1==0){lcd_gotoxy(14,0);lcd_putsf("5 ");}x=5;}
      while(PIN.0==0){while(PIN.0==0){lcd_gotoxy(14,0);lcd_putsf("4 ");}x=4;}
     
      PORTA=0xef; delay_ms(5);
      while(PIN.3==0){while(PIN.3==0){lcd_gotoxy(14,0);lcd_putsf("A ");}x=12;}
      while(PIN.2==0){while(PIN.2==0){lcd_gotoxy(14,0);lcd_putsf("3 ");}x=3;}
      while(PIN.1==0){while(PIN.1==0){lcd_gotoxy(14,0);lcd_putsf("2 ");}x=2;}
      while(PIN.0==0){while(PIN.0==0){lcd_gotoxy(14,0);lcd_putsf("1 ");}x=1;}
 } 

Penyearah Gelombang ( Rectifier )

Disini saya akan merangkum sedikit teori tentang penyearah gelobang ( rectifier ) dengan bahasa yang mudah di mengerti untuk pemula, oke langsung aja ke TKP )

Penyearah gelombang (rectifier) adalah bagian dari power supply / catu daya yang berfungsi untuk mengubah sinyal tegangan AC (Alternating Current) menjadi tegangan DC (Direct Current). Komponen utama dalam penyearah gelombang adalah diode yang dikonfiguarsikan secara forward bias.

Sebelum tegangan AC di ubah menjadi tegangan DC maka tegangan AC tersebut perlu di turunkan menggunakan transformator stepdown. Ada 3 bagian utama dalam penyearah gelombang pada suatu power supply yaitu :
1. Penurun tegangan (transformer),
2. Penyearah gelombang / rectifier (diode)

Pada dasarnya konsep penyearah gelombang dibagi dalam 2 jenis yaitu, Penyearah setengah gelombang dan penyearah gelombang penuh.

1. Penyearah Setengah Gelombang (Half Wave rectifier)
Komponen : 
- Transformator    1 Buah
- Dioda                1 Buah
- Resistor             1 Buah

Pada dasarnya sinyal tegangan yang di keluarkan oleh tranformator masihlah berbentuk AC (Alternating Current), ketika sinyal tegangan yang masuk ke sisi positif ( searah dengan tanda panah ) tegangan akan melalui dioda lalu menuju resistor dan kembali ketitik 0, dan ketika sinyal tegangan menuju ke sisi negatif ( berlawanan dengan tanda panah ) maka tegangan akan tetap dapat melewati resistor tapi tidak dapat melewati dioda dikarenakan pemasangan dioda tidak searah degan titik negatif sehingga mengakibatkan kekosangan pada gelombang negatif
Dapat kita lihat pada gambar berikut ini :
Rumus yang bisa digunakan dalam rangkaian ini :





2. Penyearah Gelombang Penuh (Full wave Rectifier) 


  Penyearah gelombang penuh dapat dibuat dengan 2 macam yaitu, 
   1. Menggunakan 4 diode
   2. Menggunakan 2 diode.

 1. Untuk membuat penyearah gelombang penuh dengan 4 diode menggunakan transformator non-CT seperti terlihat pada gambar berikut : 


Saat output transformator memberikan level tegangan sisi pidaositif, maka D1, D4 pada posisi bias searah dan D2, D3 pada posisi  bias pembalik, ketika sinyal tegangan menuju positif maka dia hanya akan melewati D1 lalu menuju resistor dan menuju titik 0 yang ada di antara bias searah D3 dan D4. Dan ketika sinyal tegangan menuju negatif maka dia hanya akan melewati D2 lalu menuju resistor dan juga dapat menuju titik 0
yang ada di antara bias searah D3 dan D4, 
Dan terciptalah sinyal gelombang berikut ini :

2. Penyearah gelombang dengan 2 diode menggunakan tranformator dengan CT (Center Tap). 
   Lihat gambar berikut ini : 


 Pada rangkaian ini dioda dapat dilalui oleh sinyal tegangan positif dan negatif dan langsung menuju resisstor dan menuju titik 0, dan sinyal gelombang yang dihasilkan akan sama dengan rangkaian transformator non CT dengan 4 dioda :
Sinyal gelombang yang dihasilkan :

  
 Rumus rangkaian siyal gelombang penuh :


Oke sekian dan terimakasih, atas kunjungannya, semoga bermanfaat bagi pembaca.

jangan lupa Like n' Share karena saling berbagi itu sungguhlah Indah. :D


. arenaPada dasarnya konsep penyearah gelombang dibagi dalam 2 jenis yaitu, Penyearah setengah gelombang dan penyearah gelombang penuh.

Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/konsep-dasar-penyearah-gelombang-rectifier/
Copyright © Elektronika Dasa
Back To Top